JANGAN LUPA BELI PUPUK ORGANIK YG PALING MANJUR

Kamis, 02 Juni 2011


BUDIDAYA TANAMAN SAWI

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG.

Jagad Indonesia ini memungkinkan dikembangkan tanaman sayur-sayuran yang banyak bermanfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan bagi manusia. Sehingga ditinjau dari aspek klimatologis Indonesia sangat tepat untuk dikembangkan untuk bisnis sayuran.
Di antara tanaman sayur-sayuran yang mudah dibudidayakan adalah caisim. Karena caisim ini sangat mudah dikembangkan dan banyak kalangan yang menyukai dan memanfaatkannya. Selain itu juga sangat potensial untuk komersial dan prospek sangat baik..
Ditinjau dari aspek klimatologis, aspek teknis, aspek ekonomis dan aspek sosialnya sangat mendukung, sehingga memiliki kelayakan untuk diusahakan di Indonesia.
Sebutan sawi orang asing adalah mustard. Perdagangan internasional dengan sebutan green mustard, chinese mustard, indian mustard ataupun sarepta mustard. Orang Jawa, Madura menyebutnya dengan sawi, sedang orang Sunda menyebut sasawi.

B. MANFAAT.

Manfaat sawi sangat baik untuk menghilangkan rasa gatal di tenggorokan pada penderita batuk. Penyembuh penyakit kepala, bahan pembersih darah, memperbaiki fungsi ginjal, serta memperbaiki dan memperlancar pencernaan.
Sedangkan kandungan yang terdapat pada sawi adalah protein, lemak, karbohidrat, Ca, P, Fe, Vitamin A, Vitamin B, dan Vitamin C.

JENIS SAWI

A. KLASIFIKASI BOTANI.

Divisi : Spermatophyta.
Subdivisi : Angiospermae.
Kelas : Dicotyledonae.
Ordo : Rhoeadales (Brassicales).
Famili : Cruciferae (Brassicaceae).
Genus : Brassica.
Spesies : Brassica Juncea.

B. JENIS-JENIS SAWI.

Secara umum tanaman sawi biasanya mempunyai daun panjang, halus, tidak berbulu, dan tidak berkrop. Petani kita hanya mengenal 3 macam sawi yang biasa dibudidayakan yaitu : sawi putih (sawi jabung), sawi hijau, dan sawi huma. Sekarang ini masyarakat lebih mengenal caisim alias sawi bakso. Selain itu juga ada pula jenis sawi keriting dan sawi sawi monumen.
Caisim alias sawi bakso ada juga yang menyebutnya sawi cina., merupakan jenis sawi yang paling banyak dijajakan di pasar-pasae dewasa ini. Tangkai daunnya panjang, langsing, berwarna putih kehijauan. Daunnya lebar memanjang, tipis dan berwarna hijau. Rasanya yang renyah, segar, dengan sedikit sekali rasa pahit. Selain enak ditumis atau dioseng, juga untuk pedangan mie bakso, mie ayam, atau restoran cina.

SYARAT TUMBUH

Sawi bukan tanaman asli Indonesia, menurut asalnya di Asia. Karena Indonesia mempunyai kecocokan terhadap iklim, cuaca dan tanahnya sehingga dikembangkan di Indonesia ini.
Tanaman sawi dapat tumbuh baik di tempat yang berhawa panas maupun berhawa dingin, sehingga dapat diusahakan dari dataran rendah maupun dataran tinggi. Meskipun demikian pada kenyataannya hasil yang diperoleh lebih baik di dataran tinggi.
Daerah penanaman yang cocok adalah mulai dari ketinggian 5 meter sampai dengan 1.200 meter di atas permukaan laut. Namun biasanya dibudidayakan pada daerah yang mempunyai ketinggian 100 meter sampai 500 meter dpl.
Tanaman sawi tahan terhadap air hujan, sehingga dapat di tanam sepanjang tahun. Pada musim kemarau yang perlu diperhatikan adalah penyiraman secara teratur. Berhubung dalam pertumbuhannya tanaman ini membutuhkan hawa yang sejuk. lebih cepat tumbuh apabila ditanam dalam suasana lembab. Akan tetapi tanaman ini juga tidak senang pada air yang menggenang. Dengan demikian, tanaman ini cocok bils di tanam pada akhir musim penghujan.
Tanah yang cocok untuk ditanami sawi adalah tanah gembur, banyak mengandung humus, subur, serta pembuangan airnya baik. Derajat kemasaman (pH) tanah yang optimum untuk pertumbuhannya adalah antara pH 6 sampai pH 7.

BUDIDAYA TANAMAN SAWI

Cara bertanam sawi sesungguhnya tak berbeda jauh dengan budidaya sayuran pada umumnya. Budidaya konvensional di lahan meliputi proses pengolahan lahan, penyiapan benih, teknik penanaman, penyediaan pupuk dan pestisida, serta pemeliharaan tanaman.
Sawi dapat ditanam secara monokultur maupun tunmpang sari. Tanaman yang dapat ditumpangsarikan antara lain : bawang dau, wortel, bayam, kangkung darat. Sedangkan menanam benih sawi ada yang secara langsung tetapi ada juga melalui pembibitan terlebih dahulu.
Berikut ini akan dibahas mengenai teknik budidaya sawi secara konvensional di lahan.

A. BENIH.

Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Benih yang baik akan menghasilkan tanaman yang tumbuh dengan bagus. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram.
Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil.
Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Dan penanaman sawi yang akan dijadikan benih terpisah dari tanaman sawi yang lain. Juga memperhatikan proses yang akan dilakukan mesilnya dengan dianginkan, tempat penyimpanan dan diharapkan lama penggunaan benih tidak lebih dari 3 tahun.

B. PENGOLAHAN TANAH.

Pengolahan tanah secara umum melakukan penggemburan dan pembuatan bedengan. Tahap-tahap pengemburan yaitu pencangkulan untuk memperbaiki struktur tanah dan sirkulasi udara dan pemberian pupuk dasar untuk memperbaiki fisik serta kimia tanah yang akan menambah kesuburan lahan yang akan kita gunakan.
Tanah yang hendak digemburkan harus dibersihkan dari bebatuan, rerumputan, semak atau pepohonan yang tumbuh. Dan bebas dari daerah ternaungi, karena tanaman sawi suka pada cahaya matahari secara langsung.
Sedangkan kedalaman tanah yang dicangkul sedalam 20 sampai 40 cm. Pemberian pupuk organik sangat baik untuk penyiapan tanah. Sebagai contoh pemberian pupuk kandang yang baik yaitu 10 ton/ha. Pupuk kandang diberikan saat penggemburan agar cepat merata dan bercampur dengan tanah yang akan kita gunakan.
Bila daerah yang mempunyai pH terlalu rendah (asam) sebaiknya dilakukan pengapuran. Pengapuran ini bertujuan untuk menaikkan derajad keasam tanah, pengapuran ini dilakukan jauh-jauh sebelum penanaman benih, yaitu kira-kira 2 sampai 4 minggu sebelumnya. Sehingga waktu yang baik dalam melakukan penggemburan tanah yaitu 2 – 4 minggu sebelum lahan hendak ditanam. Jenis kapur yang digunakan adalah kapur kalsit (CaCO3) atau dolomit (CaMg(CO3)2).

C. PEMBIBITAN.

Pembibitan dapat dilakukan bersamaan dengan pengolahan tanah untuk penanaman. Karena lebih efisien dan benih akan lebih cepat beradaptasi terhadap lingkungannya. Sedang ukuran bedengan pembibitan yaitu lebar 80 – 120 cm dan panjangnya 1 – 3 meter. Curah hujan lebih dari 200 mm/bulan, tinggi bedengan 20 – 30 cm.
Dua minggu sebelum di tabur benih, bedengan pembibitan ditaburi dengan pupuk kandang lalu di tambah 20 gram urea, 10 gram TSP, dan 7,5 gram Kcl.
Cara melakukan pembibitan ialah sebagai berikut : benih ditabur, lalu ditutupi tanah setebal 1 – 2 cm, lalu disiram dengan sprayer, kemudian diamati 3 – 5 hari benih akan tumbuh setelah berumur 3 – 4 minggu sejak disemaikan tanaman dipindahkan ke bedengan.

D. PENANAMAN.

Bedengan dengan ukuran lebar 120 cm dan panjang sesuai dengan ukuran petak tanah. Tinggi bedeng 20 – 30 cm dengan jarak antar bedeng 30 cm, seminggu sebelum penanaman dilakukan pemupukan terlebih dahulu yaitu pupuk kandang 10 ton/ha, TSP 100 kg/ha, Kcl 75 kg/ha. Sedang jarak tanam dalam bedengan 40 x 40 cm , 30 x 30 dan 20 x 20 cm.
Pilihlah bibit yang baik, pindahkan bibit dengan hati-hati, lalu membuat lubang dengan ukuran 4 – 8 x 6 – 10 cm.

E. PEMELIHARAAN.

Pemeliharaan adalah hal yang penting. Sehingga akan sangat berpengaruh terhadap hasil yang akan didapat. Pertama-tama yang perlu diperhatikan adalah penyiraman, penyiraman ini tergantung pada musim, bila musim penghujan dirasa berlebih maka kita perlu melakukan pengurangan air yang ada, tetapi sebaliknya bila musim kemarau tiba kita harus menambah air demi kecukupan tanaman sawi yang kita tanam. Bila tidak terlalu panaspenyiraman dilakukan sehari cukup sekali sore atau pagi hari.
Tahap selanjutnya yaitu penjarangan, penjarangan dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat.
Selanjutnya tahap yang dilakukan adalah penyulaman, penyulaman ialah tindakan penggantian tanaman ini dengan tanaman baru. Caranya sangat mudah yaitu tanaman yang mati atau terserang hama dan penyakit diganti dengan tanaman yang baru.
Penyiangan biasanya dilakukan 2 – 4 kali selama masa pertanaman sawi, disesuaikan dengan kondisi keberadaan gulma pada bedeng penanaman. Biasanya penyiangan dilakukan 1 atau 2 minggu setelah penanaman. Apabila perlu dilakukan penggemburan dan pengguludan bersamaan dengan penyiangan.
Pemupukan tambahan diberikan setelah 3 minggu tanam, yaitu dengan urea 50 kg/ha. Dapat juga dengan satu sendok the sekitar 25 gram dilarutkan dalam 25 liter air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan.

PENANAMAN VERTIKULTUR

Langkah – angkah penanaman secara vertikultur adalah sebagai berikut :

1. Benih disemaikan pada kotak persemaian denagn media pasir. Bibit dirawat hingga siap ditanaman pada umur 14 hari sejak benih disemaikan.
2. Sediakan media tanam berupa tanah top soil, pupuk kandang, pasir dan kompos dengan perbandingan 2:1:1:1 yang dicampur secara merata.
3. Masukkan campuran media tanam tersebut ke dalam polibag yang berukuran 20 x 30 cm.
4. Pindahkan bibit tanaman yang sudah siap tanam ke dalam polibag yang tersedia. Tanaman yang dipindahkan biasanya telah berdaun 3 – 5 helai.
5. Polibag yang sudah ditanami disusun pada rak-rak yang tersedia pada Lath House.

PENANAMAN HIDROPONIK.

Langkah-langkah penanaman secara hidroponik adalah sebagai berikut :

1. Siapkan wadah persemaian . Masukkan media berupa pasir halus yang disterilkan setebal 3 – 4 cm. Taburkan benih sawi di atasnya selanjutnya tutupi kembali dengan lapisan pasir setebal 0,5 cm.
2. Setelah bibit tumbuh dan berdaun 3 – 5 helai (umur 3 – 4 minggu0, bibit dicabut dengan hati-hati, selanjutnya bagian akarnya dicuci dengan air hingga bersih, akar yang terlalu panjang dapat digunting.
3. Bak penanaman diisi bagian bawahnya dengan kerikil steril setebal 7 – 10 cm, selanjutnya di sebelah atas ditambahkan lapisan pasir kasar yang juga sudah steril setebal 20 cm.
4. Buat lubang penanaman dengan jarak sekitar 25 x 25 cm, masukkan bibit ke lubang tersebut, tutupi bagian akar bibit dengan media hingga melewati leher akar, usahakan posisi bibit tegak lurus dengan media.
5. Berikan larutan hidroponik lewat penyiraman, dapat pula pemberian dilakukan dengan sistem drip irigation atau sistem lainnya, tanaman baru selanjutnya dipelihara hingga tumbuh besar.

HAMA DAN PENYAKIT

A. HAMA.

1. Ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis Zell.).
2. Ulat tritip (Plutella maculipennis).
3. Siput (Agriolimas sp.).
4. Ulat Thepa javanica.
5. Cacing bulu (cut worm).

B. PENYAKIT.

1. Penyakit akar pekuk.
2. Bercak daun alternaria.
3. Busuk basah (soft root).
4. Penyakit embun tepung (downy mildew).
5. Penyakit rebah semai (dumping off).
6. Busuk daun.
7. busuk Rhizoctonia (bottom root).
8. Bercak daun.
9. Virus mosaik.
PANEN DAN PENANGANAN PASCA PANEN.

Dalam hal pemanenan penting sekali diperhatikan umur panen dan cara panennya. Umur panen sawi paling lama 70 hari. Paling pendek umur 40 hari. Terlebih dahulu melihat fisik tanaman seperti warna, bentuk dan ukuran daun. Cara panen ada 2 macam yaitu mencabut seluruh tanaman beserta akarnya dan dengan memotong bagian pangkal batang yang berada di atas tanah dengan pisau tajam.

Pasca panen sawi yang perlu diperhatikan adalah :
1. Pencucian dan pembuangan kotoran.
2. Sortasi.
3. Pengemasan.
4. Penympanan.
5. Pengolahan.
Article:
Budidaya Caisim


Rabu, 11 Mei 2011


JEMBER - Seluruh Pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember harus mencintai rakyat, dan harus peduli serta mau mencarikan solusi terhadap semua permasalahan yang dihadapi rakyat Jember.
Demikian dikatakan Bupati Jember MZA Djalal dalam dialoq solutif Bupati Jember Bedah Potensi Desa bertempat di lapangan Desa Gunungsari Kecamatan Umbulsari, Selasa (31/3).
Bupati Jember MZA Djalal dalam dialog minta masyarakat agar mengeluarkan semua persoalan yang dihadapi, terutama ikut mewujudkan masyarakat Jember lebih sejahtera.
“Semua masalah yang perlu diselesaikan dan akan dijawab sebagai solusi jalan k
eluar oleh SKPD secara langsung,“ tegasnya.
Kata dia, bila ada masyarakat yang menginginkan pelayanan se
cara langsung pada hari itu juga akan mendapat penyelesaiannya dan ini sebagai wujud dari pelayanan kepada masyarakat yang baik.
“Mumpung semua pelayanan dibuka dan masyarakat ingin minta tanda tangan dan rekomendasi, pada hari ini juga dapat diselesaikan,“ imbuhnya.
Dengan tekad untuk kesejahteraan rakyat dari dan untuk semua, Pemkab Jember kini berupaya terus mengembangkan prakarsa dan peran aktif masyarakat dalam pembangunan yang menyeluruh dan berkesinambungan.
“Berbagai terobosan melalui program unggulan
dilakukan dengan tujuan mempercepat penanganan berbagai permasalahan Kesejahteraan Masyarakat,“ ujarnya.
Dalam meningkatkan citra, seluruh masyarakat sewajarnya juga menampilkan citra diri yang baik pula. Jika ini telah dilakukan maka sangat mudah untuk menampilkan performance-nya.
“Tampilan citra diri sekaligus pula memberikan sumbangsih bagi tampilnya brand image pembangunan kesejahteraan masyarakat,“ terangnya.
Dijelaskan Djalal, tahun ini memiliki tantangan yang berat bagi pembangunan. Itu juga berdampak bagi pembangunan Jember. Karena itu dia menghimbau agar hal ini menjadi perhatian seluruh lapisan masyarakat.
“Kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah semakin meningkat walau masih banyak pekerjaan rumah terutama pembangunan dibeberapa wilayah belum dapat dilaksanakan, “kilahnya.
Masyarakat ada yang berebut menyampaikan semua uneg-uneg kepada Bupati baik terkait LPMD. Sudarto atau Mbah Suro warga Desa Gadingrejo akan berusaha mewujudkan semua pembangunan yang tidak saja pada bangunan fisik, melainkan juga peningkatan SDM.
Contoh nya kata Mbah Suro adalah masyarakat partisipatif tinggi dengan mendirikan gapuro megah, dan benteng makam hasil swadaya dan partisipasi masyarakat. kim

Sabtu, 16 April 2011

Agan2 dan sista2 Semua, Ane Mau Nawarin 1 Pupuk organik cair Luar biasa gan !!!!!

Ini Sedikit Penjelasannya....

Top G2 adalah pupuk organik cair terbaik berkualitas tinggi, dibuat dari bahan organik pilihan (hewan dan tanaman) bukan berasal dari sampah / limbah, sehingga tidak mengandung racun atau mikroba yang berbahaya bagi kesehatan, serta ramah lingkungan. Diproduksi berdasarkan formula bioteknologi dengan presisi tingkat tinggi melalui fermentasi dan enzimik. Top G2 mengandung hormon pengatur tumbuh zeatin, gibbrelin (Ga3) serta 14 bentuk mineral essensial (Hara makro/mikro lengkap) dan juga 17 bentuk asam amino, vitamin dan berbagai mikro flora. Top G2 cepat diserap tanaman, serta aktif merangsang dan membantu tanaman untuk meningkatkan penyerapan unsur-unsur hara.


Kandungan dan nutrisi TOP G2 lebih unggul daripada kompos maupun pupuk kandang. Pupuk organik TOP G2 dapat diaplikasikan untuk semua jenis tanaman dan juga sebagai makanan tambahan untuk ternak dan ikan.

Keunggulan PUPUK TOP G2 :
* Sebagai Pupuk Lengkap, yang Mengandung Hara Makro dan Mikro, 14 Bentuk Mineral Essensial
* Sebagai Pembenah Tanah
* Memperbaiki Sifat Kimia Tanah
* Memperbaiki Sifat Fisika Tanah
* Memperbaiki Sifat Biologi Tanah
* Meningkatkan Daya Serap Tanah Terhadap Air
* Meningkatkan Aktivitas Mikroorganisme Tanah
* Sumber Makanan bagi Tanaman
* Sebagai Pengendali Hama Alami
* Mengandung Senyawa Pengatur Tumbuh Alami Gibberelin (GA3), Zeatin
* Mengandung 17 Macam Asam Amino, Asam Organik, Enzim dan Vitamin, Hormon Pengatur Tumbuh, Senyawa Bioaktif, dan Berbagai Unsur Nutrisi Tambahan Lainnya.
* Mobilisasi Nutrisi
* Spesifikasi Kandungan Isi Komplit (Full Spec)
* Efektivitas Cepat dan Langsung di Serap Tanaman
* Dapat di Gunakan Berdampingan dengan Pupuk AnOrganik dan Pestisida
* Ekonomis, Praktis, dan Efisien
* Mengefektifkan Segala Penyerapan Pupuk 90 - 100%
* Efisiensi Penggunaan Pupuk AnOrganik 30 - 40%
* Efisiensi 100% untuk Tanaman Holtikultura Sayuran
* Produk Berkualitas Tinggi dengan Harga Tetap Ekonomis dan Bersaing
* Dapat di Gunakan untuk Segala Jenis Usaha Agrobisnis
* Ramah Lingkungan dan Tidak Mengandung Racun, Serta Kadar Bakteri Bibit Penyakit
* Merangsang Pertumbuhan dan Kualitas Kinerja Akar Tanaman Secara Sempurna
* Meningkatkan Perkembangan dan Pertumbuhan Tanaman Secara Total
* Merehabilitasi Tanaman dan Tanah
* Pengganti Pupuk Kandang atau Kompos
* Multiguna (dapat di Pergunakan untuk Pertanian, Peternakan, dan Perikanan)
* Mudah dan Praktis Penggunaannya
* Tidak Menggunakan Bahan Pengawet, dan
* Tidak Memiliki Batas Lethel Effect Kadaluarsa
* Meningkatkan Kualitas Produksi


Ini Gambar pupuknya....

Spoiler for Pupuknya :




Spoiler for pupuk lagi :




nah, kalo ini Ijin dari Deptan Gan, (Departemen Pertanian)

Spoiler for Izin Deptan :




Jumat, 15 April 2011

Pupuk Bio Organik Herbafarm

Pupuk Bio Organik Herbafarm merupakan pupuk organik hayati yang dapat membantu petani padi dalam peningkatan hasil panen. Berdasarkan pengalaman lapangan oleh Kelompok Tani desa Hantara Kab. Kuningan, pupuk Bio Organik Herbafarm dapat meningkatkan hasil panen dari 500kg per 100 bata menjadi lebih dari 800kg gabah kering per 100 bata (14 meter persegi) dengan tanpa merubah pola tanam petani (tetap menggunakan pupuk anorganik/kimia)

Pemakaian Pupuk Bio Organik Herbafarm pada tanaman padi,juga dapat menghemat pupuk kimia,
kebutuhan pupuk anorganik/kimia pada tanaman padi menjadi lebih sedikit (bisa dikurangi 25 – 50%) dan jumlah bulir padi menjadi lebih banyak. Dari hasil lapangan, rumput/gulma menjadi terhambat pertumbuhannya

Cara Penggunaan Pupuk Bio Organik Herbafarm

Cara penggunaan Pupuk Bio Organik Herbafarm pada Tanaman Padi adalah sebagai berikut:
Perlakuan Benih
• Larutkan 1 tutup botol (10 ml) Pupuk Bio Organik Herbafarm ke dalam 5 liter air, rendam benih 1-3 jam kemudian diperam 1-2 hari
• Benih ditebar dipersemaian, setiap 5 hari sekali semprot bibit, 3 tutup botol per tangki.
• Pindah tanam sebaiknya pada umur 15 hari setelah tanam (HST), agar jumlah anakan lebih banyak dan tidak stress.
Pengolahan Tanah
Lahan dibajak dan digaru, tanah dalam keadaan macak-macak, taburkan pupuk kandang secukupnya, SP-36 setengah dari dosis (±75kg/ha) kemudian disemprot dengan Pupuk Organik Herbafarm 3 tutup botol/tangki, lahan siap ditanam setelah didiamkan selama 2 hari

Penanaman dan Pemeliharaan
Berikut adalah ringkasan penggunaan pupuk bio organik herbafarm pada tanaman padi dengan aplikasi penggunaan pupuk anorganik/kimia.

1. Aplikasi pada umur 10 HST ( hari setelah tanam )

Larutkan 2-3 tutup botol ( 20 – 30 ml) Pupuk Bio Organik Herbafarm per tangki air. Semprot merata pada permukaan bawah daun tanaman.

2. Aplikasi pada umur 15 HST

Taburkan Urea sebanyak setengah dari dosis anjuran ( +- 75kg/ha ) secara merata di lahan.

3. Aplikasi pada umur 20 HST

Larutkan 2-3 tutup botol (20-30ml) Pupuk Bio Organik Herbafarm per tangki air. Semprot merata pada permukaan bawah daun tanaman.

4. Aplikasi pada umur 25 HST

Taburkan Urea sebanyak setengah dari dosis anjuran ( ±100kg/ha ) secara merata di lahan.

5. Aplikasi pada umur 40 HST

Larutkan 2-3 tutup botol(20-30ml) Pupuk Bio Organik Herbafarm per tangki air. Semprot merata pada permukaan bawah daun tanaman. Taburkan KCL setengah dari dosis anjuran (±50kg/ha) dengan merata.
Catatan:
• Jangan menggunakan pupuk bio organik herbafarm bersamaan dengan racun hama (insektisida). Beri selang waktu 3 hari untuk penyemprotan hama setelah aplikasi pemupukan organik.
• Untuk pemaduan pupuk bio organik Herbafarm dengan pupuk anorganik/kimia dapat dipilih salah satunya diatas yaitu HERBAFARM + Pupuk NPK atau HERBAFARM + Phonska-Urea

Manfaat Pupuk Bio Organik Herbafarm pada Tanaman Padi

• Membantu peningkatan hasil panen 20-50% gabah kering per 100 bata
• Dapat menghemat penggunaan pupuk anorganik/kimia 25-50%
• Membantu meningkatkan kesuburan tanah
• Menekan laju pertumbuhan rumput/gulma
• Membantu penguraian racun didalam tanah
• Meningkatkan jumlah bulir padi